Senin, 05 September 2016

Sebelas Aksara Terukir, Berucap Jua Dibibir


Lembut berkibar terurai desiran angin bukit
Hijabmu indah terjuntai menutup kesucian ragamu
Mulia jiwamu pun tergambar dalam busana sopanmu
Kau melangkah tenang tuk menjadi pejuang yang patut dikenang
Guru...........
Tak hanya sekedar sebuah kata yang ringan tuk di sebutkan
Tak sekedar 6 huruf tuk di pajang sebagai judul karangan
Tak sesederhana itu......
Kau muara panutan dari segala hal yang bisa di anut,
Muara tiruan dari segala hal yang patut,
Muara sebaik perkara yang layak tuk di ikut,
Nasihat kebajikan yang sering kau sebut,
Kau muara tauladan dipuncak kebaikan,
Muara pujian di jajaran pahlawan.

Hari ini dunia kami hampa, guru !
Sosokmu benar-benar tak nampak dari pelupuk mata kami,
Bayangmu perlahan memudar dalam pandangan,
Terekam dalam mata batin kami, guru.
Omelan mu pagi itu bak obat yang tertelan paksa, terasa pahit dilidah.
Namun sekejap jiwa ini pulih sembuhlah sudah.
Siang itu kau marah, guru.
Namun pantasnnya lisan ini berucap “terima kasih”.
Murka auramu sekejap membuat kami ingin cuti tuk mengenal abjad.
Lalu berkesudahan memandu kaki kami tuk menjemput kau dari ruang kebesaranmu,
Tuk kembali memacu kami menghujam kan mata pena pencipta abjad.
Redup auramu membuka mata batin kami, kau tak layak kami abaikan sesaat pun.

Maaf guru, ku tak sepandai engkau dalam merangkai senjata aksara.
Ku tak seistimewa engkau di jajaran penyimpul kata bijak nan sarat nasehat.
Terukir kata sederhana, berpoleskan bahasa kekanakan.
Namun, ku paham kau tak kan menertawakan lisan bocahku, guru.
Kau memahami makna sejuta bahasa anak-anakmu yang mengoceh membanjirimu seribu tanya.
Hanya dua untai kata sederhana, penambah rasa.
Dua kata yang engkau wariskan pada kami kala kebajikan kami dapat.
Dua kata yang kami rangkai untukmu.
“Terima kasih”, guruku.

Sebelas aksara terukir, terucap jua dibibir.

at 08-06-14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAHAGURU PESANTREN'S BOOK

Resume Buku MAHAGURU PESANTREN (Perjalanan Hidup Ulama Legendaris Syaichona Cholil Bangkalan) Penulis : Mokh. Syaiful Bahri Penerbit : E...