Senin, 05 September 2016

Cinta-MU Tak Kuminta
04-06-2015

Yang manakah cinta sejati itu ?
Apakah ini....
Yang tak sedetikpun mencampakkan ku ?
Yang tak bertepuk sebelah tangan bagi pencinta-Nya ?
Yang mengingatkan jika kaki mungil tak bermata ini menginjak duri ?
Yang memancarkan rambu-rambu merah kuning hijau saat ku menyusuri keramaian jalan kehidupan ?
Yang membagi cintanya tanpa diskriminasi, tanpa menimbang dengan ukuran berapa ton emas yang ku punya ?
Jika ya...Sungguh ku pantas tuk mengagumi-Nya.
Dia mencintai tanpa melihat pigmen apa pemberi warna kulitku, tak melihat dari keturunan garis dan nenek moyang yang manakah aku..
Dia Mencintai tanpa ku menuntut pada jaksa..
Dia mencintai tak seperti yang layaknya lisan obralkan,
Dia tak peduli apakah kita penderita TB, Hipertensi ataupun sakit hati karena duniawi
Dialah cinta ku.......Allahhu Robbi
Yang mendekat sedekat-dekatnya tanpa ku minta
Yang berlari jika ku datang kepadanya dengan berjalan
Ya waduud,,
Tegur kami dengan cinta-Mu...
Sentuhlah qolbu kami dengan sentuhan terhalus-Mu, agar rasa cinta ini selalu menggebu di sepanjang hayatku...
Kaulah Cinta yang Maha dari segala cinta yang engkau anugerahkan disetiap relung hati para pecinta-Mu
Ku selipkan cinta yang kau beri dengan cinta-Mu disetiap munajatku
Wahai Muara Cinta para pecinta...
Mata ini berkedip dan melihat indahnya dunia dengan belasan kasih dan sayang-Mu
Hembusan napas ini sarat akan cinta-Mu
Hati ini bisa merasa kan karena terselip cinta-Mu
Dan mengalir cinta-Mu disetiap peredaran darah dan limfaku
Wahai Pecinta Sejati diantara para pecinta yang memantaskan diri untuk mendapat titel cinta sejati...
Hanya kepada-Mu lah aku labuhkan cintaku.
Cinta yang menderu disetiap waktu,
Cintaku yang penuh pengharapaan akan keridhoan-Mu,
Cintaku yang tak mungkin bertepuk sebelah tangan bahkan satu jaripun,
Sungguh dzalimnya daku......
Meragukan cintan-Mu dengan bercumbu pada nafsu yang berniat melupakan-Mu.
Padahal.....Kau mencintaiku tak terbatas waktu,
Menembus batas logikaku, menembus pandangan kasat mataku,
Semoga sampai raga ini menyatu dengan tanah, Kau tetap menyelimuti ruh ini dengan Cinta-Mu. Amiin
x
x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAHAGURU PESANTREN'S BOOK

Resume Buku MAHAGURU PESANTREN (Perjalanan Hidup Ulama Legendaris Syaichona Cholil Bangkalan) Penulis : Mokh. Syaiful Bahri Penerbit : E...